7 Tahun Buron, Kejari Banda Aceh Tangkap 2 DPO Kasus Korupsi Tanggul - Trias Politika
  • Breaking News

    7 Tahun Buron, Kejari Banda Aceh Tangkap 2 DPO Kasus Korupsi Tanggul

    7 Tahun Buron, Kejari Banda Aceh Tangkap 2 DPO Kasus Korupsi Tanggul



    INDOPOST, BANDA ACEH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Banda Aceh kembali menangkap dua buron yang telah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO) selama tujuh tahun dalam kasus tindak pidana korupsi.

    Kedua DPO ini kasusnya telah diputuskan oleh pengadilan pada tahun 2009. Kedua buron ini ditangkap di dua tempat secara terpisah yaitu di wilayah Depok dan Pekalongan. Kedua DPO ini, Jumat (24/2/2017) pagi langsung dibawa ke kantor Kejari Banda Aceh.

    Kepala Kejaksaan Negeri Banda Aceh Husni Thamrin kepada wartawan di Banda Aceh mengatakan, dua DPO kasus korupsi yang ditangkap tersebut yaitu Kismunadi dan Aria Setiawan.

    Keduanya merupakan terpidana kasus korupsi pembangunan tanggul air asin di Lampulo, Banda Aceh. Pembangunan tanggul tersebut didanai oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi atau BRR pasca tsunami Aceh pada tahun anggaran 2005.

    "Kedua terpidana ini kasusnya telah diputuskan pada tahun 2009 lalu, kemudian mereka ditetapkan sebagai DPO karena melarikan diri. Ada dua terpidana lainnya yang juga telah berhasil kita tangkap dan kini telah menjalani masa hukuman," kata Husni, Jumat (24/2/2017).

    Dijelaskan Husni, kedua terpidana ini merupakan konsultan pengawas pada proyek pembangunan tanggul air asin tersebut.

    Anggaran proyek pembangunan tanggul air asin ini sebesar Rp 2,3 milliar.

    "Akibat kejahatan korupsi yang dilakukan oleh kedua terpidana ini, negara mengalami kerugian sebesar Rp 740 juta," ujarnya.

    Lebih lanjut, kata Husni, terpidana  Kismunadi dan Arie Setiawan ini telah dijatuhi hukuman berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI masing-masing empat tahun penjara serta denda Rp 200 juta subsidair enam bulan kurungan penjara.

    Setelah menjalani proses adminstrasi di Kantor Kejari Banda Aceh, dua terpidana ini langsung dibawa ke LP Lambaro kelas II A Banda Aceh untuk menjalani hukuman selama empat tahun penjara.


    (mj/indo)