Mendagri Pastikan Tak Ada Andil Presiden Terkait Pengaktifan Ahok Sebagai Gubernur - Trias Politika
  • Breaking News

    Mendagri Pastikan Tak Ada Andil Presiden Terkait Pengaktifan Ahok Sebagai Gubernur

    Menteri dalam negeri, Tjahjo Kumolo



    INDOPOST, JAKARTA - Menteri dalam negeri, Tjahjo Kumolo, mengatakan, presiden Joko Widodo dipastikan tidak turut andil, untuk ikut campur dalam pengambilan keputusan pengaktifan kembali Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta meski telah berstatus sebagai terdakwa kasus penistaan agama. 

    “Ya, ga ada perintah apa-apa dan tidak ada hubungan apa-apa,” hal itu ditegaskan oleh menteri dalam negeri, Tjahjo Kumolo, usai menghadiri rapat bersama komisi II dewan perwakilan rakyat (DPR), Rabu (22/2/2017).

    Dijelaskan Tjahjo Kumolo, bahwa keputusan pengaktifan kembali Ahok sebagai gubernur DKI itu merupakan perintah konstitusi. 

    Serta, turut melibatkan pihak terkait seperti menteri sekretaris negara, Pratikno, dalam proses diskusi panjang terhadap keputusan yang ada.
    “Semua didiskusikan dengan tim sesneg (sekretaris negara). Iya, saya mengambil keputusan juga saya sampaikan ke mensesneg dan kita diskusikan. Tidak ada presiden ikut campur. Ya, itu isu-isu aja,” tambahnya. 

    Sedangkan, terkait adanya gugatan dari pihak yang tidak setuju dengan pengaktifan kembali Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta, mendagri menyatakan hal itu merupakan bagian dari proses demokrasi.

    Ketika ditanya mengenai kontroversi kasus dan pengaktifan kembali Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta yang dinilai oleh sebagian pihak bahwa lebih baik yang bersangkutan mundur dari jabatan, Tjahjo Kumolo menegaskan, bahwa pihaknya tetap berpegang pada proses hukum yang ada.

    Sebelumnya, pada Selasa, 21 Februari, ribuan massa dari Forum Umat Islam dan elemen lain, menggelar aksi 212 di depan gedung DPR-MPR, Jakarta. 

    Dalam orasinya massa menuntut agar Ahok diberhentikan karena sudah berstatus terdakwa.
    Sedangkan, disaat yang bersamaan beberapa fraksi di DPR juga tengah mengajukan hak angket untuk melengserkan Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta.


    (rm/indo)