Rancang Rudal Balistik Lintas Benua, Rusia Bersiap Hadapi Militerisme AS - Trias Politika
  • Breaking News

    Rancang Rudal Balistik Lintas Benua, Rusia Bersiap Hadapi Militerisme AS

    Deputi Perdana Menteri Rusia, Dmitry Rogozin



    INDOPOST, MOSKOW - Rusia untuk menembus sistem pertahanan rudal Amerika Serikat (AS), baru-baru ini merancang rudal-rudal baru. Dmitry Rogozin, Deputi Perdana Menteri Rusia untuk urusan pertahanan menilai sistem pertahanan rudal Amerika berbahaya bagi negaranya. Pada saat yang sama ia mengabarkan, Rusia saat ini tengah merancang rudal-rudal balistik lintas benua untuk menembus sistem pertahanan rudal Amerika. 

    Vladimir Putin, Presiden Rusia belum lama ini mengumumkan, Moskow melakukan sejumlah langkah baru untuk memperkuat kemampuan nuklirnya guna menghadapi program rudal Amerika. Pernyataan pemerintah Rusia terkait upaya merancang rudal-rudal baru itu disampaikan setelah Amerika dengan dalih ancaman rudal atas Eropa, menempatkan sistem pertahanan rudalnya di negara-negara Eropa Timur termasuk Polandia dan Rumania.

    Seiring dengan berlanjutnya penempatan sistem rudal Amerika di Timur Eropa, pasukan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara, NATO juga ditempatkan di wilayah-wilayah Timur Eropa dan Laut Baltik di dekat perbatasan Rusia. Penempatan pasukan dan peralatan perang NATO di dekat perbatasan Rusia itu dinilai tidak pernah terjadi sejak berakhirnya perang dingin.

    Menurut para politisi Rusia, mentalitas perang dingin sampai saat ini masih mendominasi kebijakan Amerika dan NATO, dan Barat terus berusaha menyempurnakan upayanya memblokade Rusia atau minimal melemahkan negara itu. Mike Pence, Wakil Presiden Amerika baru-baru ini di konferensi keamanan Munich dengan tegas mengatakan, Washington tetap memegang komitmennya dan dijawab oleh Sergei Lavrov, Menteri Luar Negeri Rusia dengan peringatan bahwa perluasan pasukan NATO di Timur Eropa mungkin dapat memicu perang.

    Menlu Rusia dalam konferensi keamanan Munich juga mengkritik sistem tatanan global yang didikte Barat khususnya Amerika dan menuntut agar hal itu diakhiri.

    Rusia percaya, Amerika dengan menempatkan sistem pertahanan rudalnya di Eropa berusaha merusak konstelasi militer yang bisa merugikan Rusia. Oleh karenanya, Rusia tidak punya jalan lain kecuali melakukan langkah-langkah militer serupa guna menjaga keamanan negaranya dari ancaman-ancaman potensial Amerika.

    Rusia juga menempatkan pasukan dan peralatan perang canggihnya terutama rudal-rudal mutakhir Iskander di ujung perbatasan Barat negara itu di Kaliningrad. Meski pemerintahan Donald Trump, Presiden Amerika mengklaim berupaya memulihkan hubungan Washington-Moskow, namun dua negara masing-masing saling tidak percaya.

    Rusia dan Amerika bahkan berpikir untuk melakukan konfrontasi militer. Persaingan di bidang geopolitik dunia khususnya Eropa, menyebabkan dua kekuatan nuklir dan militer dunia itu, mengejar keunggulan dan meraih kepentingan-kepentingannya.

    Kondisi yang ada saat ini adalah indikasi bahwa Amerika dan Rusia sedang bergerak ke arah persaingan senjata terutama di Eropa yang dampak-dampaknya akan sangat berbahaya bagi keamanan benua itu.


    (hs/indo)