Wapres Jusuf Kalla Dukung Upaya Memerangi Perbudakan Modern - Trias Politika
  • Breaking News

    Wapres Jusuf Kalla Dukung Upaya Memerangi Perbudakan Modern

    Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah



    INDOPOST, JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memberikan respon positif terhadap upaya memerangi perbudakan modern yang terjadi di Indonesia. Pemerintah telah sejak lama fokus menangani perbudakan modern yang harus menjadi komitmen semua pihak.

    Hal ini diungkapkan Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah, usai bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla bersama berbagai tokoh agama seperti tokoh agama Islam, Hindu, Budha, Katholik, Protestan dan Konguchu.

    Firmanzah mengatakan, pihaknya bersama Wapres JK dan berbagai tokoh agama akan menandatangani kesepakatan memerangi perbudakan pada 14 Maret 2017 di Kantor Wapres. Upaya pencegahan perbudakan dimulai dengan pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menjadi pondasi pengentasan kemiskinan, dimana kemiskinan menjadi sebab masyarakat sulit mendapatkan kehidupan, pendidikan dan kesehatan yang layak.

    "Bapak Wapres menyambut baik inisiatif ini karena Pemerintah juga punya concern yang sama, pengentasan kemiskinan, kemudian pembangunan infrastruktur, UMKM, ini juga untuk mencegah perbudakan modern bisa muncul," ungkap Firmanzah kepada wartawan di Kantor Wapres, Jakarta,  (20/2/2017).

    Sementara itu, Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud menyatakan perbudakan telah berlangsung sejak 15 abad yang lalu yang juga menjadi fokus penangangannya oleh Islam. Kegiatan perbudakan disebabkan tingkat kesejahterahan masyarakat dan pendidikan yang masih kurang, sehingga masyarakat tersebut dimanfaatkan menjadi korban perbudakan.

    Marsudi Syuhud mengungkapkan, masyarakat Indonesia sering menjadi korban penyiksaan hingga perbudakan dengan bekerja secara legal maupun ilegal ke luar negeri. Untuk itu Pemerintah diharapkan memberikan perhatian penuh kepada TKI dan TKW yang juga menyumbang devisa negara. Terlebih lagi, menurut Marsudi Syuhud kasus Siti Aisyah yang diduga membunuh Kim Jong Nam juga merupakan korban.

    "Kita kan juga banyak juga ke luar negeri, itu lah yang harus kita bagaimana melindungi mereka, jangan sampai mereka itu menjadi korban kaya Siti Aisyah, coba bayangkan itu, mereka tau juga mungkin enggak, atau dibilangin itu apa dia melakukan," kata Marsudi Syuhud


    (qq/indo)