Gelar Rakornis, Kader Partai Golkar Diajak Mendoakan Setya Novanto - Trias Politika
  • Breaking News

    Gelar Rakornis, Kader Partai Golkar Diajak Mendoakan Setya Novanto

    Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid




    INDOPOST, JAKARTA - Partai Golongan Karya menggelar rapat koordinasi teknis (rakornis) dalam rangka mempersiapkan diri menghadapi Pilkada Serentak 2018 dan Pemilu 2019 di Jakarta, Kamis (28/9). Pembukaan rakornis itu diisi dengan pembacaan doa demi kesembuhan Ketua Umum Golkar Setya Novanto yang kini masih dirawat di RS Premier Jatinegara.

    Pembaca doa pada rakornis itu adalah Ketua Koordinator Bidang Kepartaian Kahar Muzakir. Ketua Harian Partai Golkar Nurdin Halid saat membuka rakornis menyatakan, kader-kader partainya sudah seharusnya memberikan dukungan secara morel kepada Novanto.

    Nurdin mengharapkan orang nomor satu Golkar itu lekas pulih. "Pembacaan Surah Al Fatihah untuk ketua umum kita, bapak Setya Novanto, semoga dengan doa ini ketua umum kita segera disehatkan dan semua masalahnya cepat terselesaikan," kata dalam pembukaan Rakornis Golkar di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (28/9).
    Nurdin dalam kesempatan itu juga menyinggung elektabilitas Partai Golkar yang terus merosot. Bahkan, ada lembaga survei yang menyebut elektabilitas Golkar tinggal 7 persen, atau anjlok dari perolehan suara pada Pemilu 2014 yang mencapai 14,7 persen.

    Nurdin mengatakan, hasil survei itu bisa mengancam dan membahayakan Golkar, terutama syarat lolos di parliamentary threshold. Untuk itu, Golkar menggelar rakornis untuk kembali menyemangati kader-kadernya.
    "Kami minta untuk bangkit dengan sistem Golkar, karena sistem Golkar tidak ada tandingannya dengan partai-partai lain," katanya.
    Untuk mematangkan persiapan Pilkada 2018 dan Pileg 2019, kata Nurdin, Golkar telah menyiapkan sejumlah materi pokok yang akan menjadi bahasan utama. Materi pokok tersebut di antaranya mengundang Komisioner KPU untuk pemaparan teknis Pemilu.
    "Komisioner KPU kamu undang untuk memaparkan isi UU tentang Pemilu," tutur Nurdin.


    (bay/indo)