Kadernya Terjaring OTT di Banjarmasin, Idrus Mahmam: Golkar Hormati Langkah KPK - Trias Politika
  • Breaking News

    Kadernya Terjaring OTT di Banjarmasin, Idrus Mahmam: Golkar Hormati Langkah KPK

    Sekretaris Jendral Partai Golkar Idrus Marham




    INDOPOST, BANJARMASIN - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan empat orang tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Jumat (15/09/17) dini hari.

    Keempat orang tersebut yaitu Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Andi Effend, Direktur Utama PDAM Bandarmasin Muslih, dan Manajer Keuangan PDAM Bandarmasin Trensis.

    Sekretaris Jendral Partai Golkar Idrus Marham menyatakan partainya sangat menghormati langkah yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang melakukan Operasi Tangkap Tangan terhadap Ketua DPRD Banjarmasin Iwan Rusmali, yang merupakan kadernya.

    "Kita menghargai langkah-langkah yang dilakukan oleh KPK. Langkah ini sangat kita hormati lah. Dan bagi Partai Golkar, kalau ada yang kena, kita persilakan DPD untuk mengambil langkah disitu," tandasnya kepada wartawan.

    Idrus menambahkan, langkah pendampingan ataupun bantuan jika memungkinkan akan dilakukan oleh partai. Namun Ia tidak menjanjikan, mengingat dalam prosedur pelaksanaan OTT sudah terdapat bukti yang jelas untuk dilakukan penangkapan.

    "Kalau sudah OTT kan sudah terbukti. Apalagi uang. Kalau ada pelanggaran dan itu masuk dalam ranah OTT, saya kira itu kita persilakan kepada Ketua DPD Partai Golkar untuk mengambil tindakan. Saya kira secara prosedural, itu pasti ada (langkah yang dilakukan partai). Ada bantuan ada pendampingan. Tetapi kalau OTT saya kira ini buktinya sudah jelas," imbuh Idrus.

    Keempat orang tersangka yang OTT KPK sudah berada di Jakarta dan masih menjalani serangkaian proses pemeriksaan lanjutan. Dalam OTT kemarin, KPK turut pula mengamankan uang Rp 150 juta yang digunakan untuk memuluskan persetujuan Raperda penyertaan modal Pemkot Banjarmasin sebesar Rp 50,5 miliar kepada PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) Banjarmasin.
    KPK juga mengamankan uang dari beberapa pihak dan bukti setoran tunai di dua rekening BCA milik Andi.

    (pr/indo)