Korut Pindahkan Rudalnya dari Pyongyang, Sejumlah Negara Was-was - Trias Politika
  • Breaking News

    Korut Pindahkan Rudalnya dari Pyongyang, Sejumlah Negara Was-was

    Pemimpin Korut, Kim Jong-un sedang meninjaiu Rudal Hwasong-12




    INDOPOST, SEOUL - Korea Utara (Korut) telah memindahkan beberapa rudalnya keluar dari fasilitas roket di Ibu Kota Pyongyang pada hari Jumat kemarin. Tindakan ini memicu ketakutan jika pemimpin Korut, Kim Jong-un, akan meningkatkan aksi militer lagi.

    Pejabat intelijen Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan (Korsel) mendeteksi rudal-rudal tersebut diangkut dari Fasilitas Penelitian dan Pengembangan Rudal Korut. 

    Laporan dari Korean Broadcasting System (KBS) Korsel tidak menyebutkan tujuan atau waktu misil telah dipindahkan. Sementara sebuah laporan Reuters menyatakan bahwa roket tersebut bisa menjadi rudal Hwasong-12, rudal jarak menengah, atau antarbenua Hwasong-14, yang merupakan rudal balistik jarak jauh Korea.

    Kecurigaan jatuh pada yang terakhir karena fasilitas Sanum-Dong difokuskan untuk memproduksi rudal balistik antarbenua seperti dikutip dari Independent, Sabtu (30/9/2017).

    Penerbangan uji coba terbaru dari Hwasong-14 dilakukan pada tanggal 28 Juli 2017, yang terdeteksi oleh intelijen AS. Rudal tersebut mendarat sejauh 998km (620 mil) di Laut Jepang.

    Pejabat dari Korsel telah menimbulkan kekhawatiran bahwa Pyongyang dapat bersiap untuk menunjukkan kekuatan militer guna merayakan berdirinya Partai Komunis di Korut sekitar 13 Oktober.

    Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera juga menyuarakan ketakutannya. "Saya mengerti ini merupakan peringatan penting bagi Korea Utara. Kami ingin mempertahankan rasa urgensi," katanya.

    Chung Eui-yong, penasihat keamanan Korsel, menambahkan bahwa ada kekhawatiran bahwa Pyongyang akan meningkatkan aktivitas militer mereka antara 10-18 Oktober, namun tidak memberikan informasi lebih lanjut.

    Korut terus melakukan uji coba rudal balistik meski Dewan Keamanan PBB menyetujui sanksi baru. Donald Trump juga menandatangani sebuah perintah eksekutif yang memberi otorisasi sanksi tambahan terhadap lembaga keuangan dan perusahaan yang melakukan bisnis dengan Pyongyang.

    Korut membalasnya dengan janji untuk mengambil tindakan "tingkat tertinggi" melawan AS.

    (ian/indo)