Menteri Jonan: PMKRI Jangan Eksklusif - Trias Politika
  • Breaking News

    Menteri Jonan: PMKRI Jangan Eksklusif

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ignasius Jonan



    INDOPOST, MAKASSAR - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Ignasius Jonan berkesempatan hadir dalam sesi dialog publik kegiatan Konferensi Studi Nasional (KSN) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) yang diselenggarakan di Makassar, Sabtu (30/9/17).
    
    Sesuai release yang diterima media ini, Menteri Jonan pada kesempatan itu kembali menegaskan bahwa spirit membangun indonesia harus melalui persatuan dalam bingkai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.
    
    "Persatuan menjadi dasar untuk mengimplementasi gagasan pembangunan. Orang muda jangan hanya banyak bicara tetapi harus banyak berbuat hal-hal nyata yang sifatnya produktif untuk kebaikan bangsa. Khususnya para kader PMKRI, harus mengutamakan aksi nyata," ungkapnya.
    
    Mantan Menteri Perhubungan ini juga menyinggung persoalan kebangsaan, persatuan, dan Pancasila. Menurutnya, sebagai salah satu organisasi nasional, PMKRI harus inklusif dan tidak boleh merasa sebagai kaum minoritas serta dituntut untuk turut berkontribusi dalam membangun bangsa.
    
    "Kita (PMKRI) tidak boleh merasa kecil atau sebagai kaum minoritas. PMKRI jangan sampai ekslusif melainkan harus bersikap inklusif dalam melihat perbedaan dan kebhinekaan yang ada di Indonesia. Kita harus turut menjaga persatuan bangsa dan mengamalkan Pancasila melalui kontribusi nyata," tandasnya.
    
    Kajian strategis PMKRI
    
    Sementara Ketua Pengurus Pusat PMKRI, Angelo Wake Kako kepada media ini menegaskan bahwa kegiatan KSN merupakan forum strategis bagi PMKRI untuk mengkaji permasalahan aktual bangsa terutama persoalan radikalisme dan kesenjangan sosial sebagai fokus kajian PMKRI. 
    
    "Dasar pijakan dan kajian PMKRI dalam agenda nasional KSN yakni menguatnya fundamentalisme, yakni fundentalisme pasar dan fundamentalisme agama, radikalisme dan kesenjangan sosial dalam konteks kebangsaan saat ini. Konteks pembangunan nasional jangan sampai berjalan pincang dengan adanya gerakan dari kaum fundamentalis dan radikalis. Negara perlu hadir secara di tengah kegaduhan publik juga realita kesenjangan pembangunan," kata Angelo.
    
    Angelo mengharapkan agar melalui forum ilmiah selama KSN, PMKRI secara nasional mampu melahirkan rekomendasi strategis untuk selanjutnya dapat memberi kontribusi secara nyata dalam membangun bangsa.
    
    "Diharapkan agar melalui forum ilmiah ini, PMKRI mampu menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategies dan turut andil dalam menata kehidupan berbangsa ke depan. Semoga PMKRI turut terlibat melalui aksi nyata di seluruh cabang PMKRI se-Indonesia serta dapat bersinergi dengan setiap elemen bangsa," harap Angelo.
    
    Selain peserta KSN dari 33 cabang PMKRI, turut hadir dalam dialog publik ini elemen Pemuda Katolik, Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA), WKRI, organisasi Cipayung serta undangan.
    
    
    
    
    (Che/indo)