Jelang Lawatan Trump ke Asia, Mata-mata Korsel Laporkan Ada Gerakan Aktif Korut Berpotensi Tes Nuklir Baru - Trias Politika
  • Breaking News

    Jelang Lawatan Trump ke Asia, Mata-mata Korsel Laporkan Ada Gerakan Aktif Korut Berpotensi Tes Nuklir Baru

    ilustrasi



    INDOPOST, SEOUL - Badan intelijen Korea Selatan (Korsel) menyatakan, Korea Utara (Korut) berpotensi melakukan uji coba rudal dan senjata nuklir terbaru. Hal itu menyusul tanda-tanda “gerakan aktif” di sebuah fasilitas penelitian rudal di Pyongyang.

    Informasi dari badan mata-mata Seoul ini muncul hari Kamis menjelang lawatan 11 hari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald John Trump ke Asia, termasuk ke Korsel di mana dia akan melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden Moon Jae-in.

    ”Ada kemungkinan peluncuran rudal baru mengingat pergerakan aktif kendaraan di sekitar lembaga penelitian rudal di Pyongyang. Korut akan terus-menerus mendorong uji coba senjata nuklir lebih lanjut di waktu mendatang, serta miniaturisasi dan diversifikasi hulu ledak,” kata badan intelijen Korsel dalam sebuah briefing dengan para anggota parlemen, seperti dikutip news.com.au, Jumat (3/11/2017).

    Trump dijadwalkan akan mengunjungi lima negara Asia pada 3-14 November 2017. Pembicaraan terkait krisis nuklir Korut akan menjadi fokus utama lawatan pemimpin Gedung Putih ini.

    “Perjalanan tersebut akan dirancang untuk memperkuat komitmen AS terhadap kepemimpinan di wilayah Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka,” kata pihak Gedung Putih.

    Korea Utara tidak merahasiakan rencananya untuk menyempurnakan rudal yang mampu mencapai daratan AS. Militer Pyongyang bahkan secara teratur mengancam untuk menghancurkan AS dan “boneka”-nya, Korea Selatan.

    Eskalasi di semenanjung Korea telah membuat Korea Utara memamerkan persenjataan nuklirnya yang canggih ke seluruh dunia. Perilaku Pyongyang juga membuat AS meningkatkan sistem pertahanan rudalnya.

    Investigasi Washington Post mengungkapkan bahwa pejabat intelijen AS telah memperkirakan rezim Kim Jong-un telah memiliki 60 senjata nuklir. Jumlah itu, masih kalah jauh dibandingkan dengan dua negara nuklir utama dunia, yakni Rusia yang memiliki sekitar 7.000 hulu ledak nuklir dan Amerika yang memiliki 6.800 hulu ledak nuklir.


    (mas/indo)