Teken 20 MoU Baru, Cina Tingkatkan Kerjasama Dengan Rusia - Trias Politika
  • Breaking News

    Teken 20 MoU Baru, Cina Tingkatkan Kerjasama Dengan Rusia

    Xi Jinping dan Vladimir Putin



    INDOPOST, BEIJING - Rusia dan Cina menyepakati sebanyak 20 nota kesepahaman baru mengenai kerja sama di bidang energi, temuan antariksa dan investasi yang ditandatangani di Beijing, ibu kota Cina.

    Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di hadapan Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev dan sejawatnya dari Cina, Li Keqiang. Momentum penandatanganan nota kesepahaman kerja sama antara Cina dan Rusia dilakukan menjelang kunjungan dalam waktu dekat Presiden AS, Donald Trump  ke Cina, pada 8 November 2017.

    Meskipun perdana menteri Cina menilai hubungan negaranya dengan Rusia selama ini berada di level strategis, tapi dengan ditandatanganinya MoU baru ini, kedua negara akan mendorong peningkatan kerja sama yang lebih luas dari tujuan bilateral, sekaligus memberikan pesan penting kepada AS bahwa Cina sebagai poros pengembangan kerja sama regional memiliki kemampuan yang memadai untuk berperan penting di tingkat regional dan internasional.

    Salah satu kebijakan AS selama ini adalah menjauhkan Cina dari Rusia dengan tujuan melemahkan kekuatan Beijing. Sejak era Uni Soviet, AS menggunakan Cina sebagai kontra Rusia, dan hingga kini kebijakan tersebut terus dilanjutkan. Tapi dengan ditandatanganinya 20 nota kesepahaman antara Cina dan Rusia, plot AS tersebut membentur dinding.

    Kini, krisis Korea Utara menjadi tantangan bersama antara Rusia dan Cina. Selain itu, Moskow juga menjadi sasaran tekanan AS karena masalah semenanjung Crimea. Oleh karena itu, kedua negara berkeyakinan jika Beijing dan Moskow tidak bersatu dalam menyikapi kebijakan Washington, maka AS akan membenamkan cengkeraman pengaruhnya di kawasan.

    Analis politik Rusia mengatakan, kerja sama  dengan Cina sangat penting bagi Rusia di saat AS dan Uni Eropa terus meningkatkan tekanannya terhadap Moskow dalam berbagai masalah, terutama isu Ukraina, dan kini kerja sama tersebut memasuki interaksi strategis.

    Tampaknya, eskalasi tekanan Barat terhadap Rusia menyebabkan negara ini semakin memperkuat pendekatan ke Timur melebihi sebelumnya. Cina juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kerja sama dua arah. Berdasarkan kalkukasi para pakar kedua negara, Rusia dan Cina menargetkan volume perdagangan kedua negara sebesar 200 miliar dolar di tahun 2020, sehingga Rusia dengan leluasa bisa mengalihkan pasarnya ke arah Timur.

    Kedua negara selama berabad abad berhasil menjalin hubungan baik yang bersahabat, dan kini saatnya mereka memanfaatkan potensi ekonomi, budaya, medis dan lingkungan di tengah gencarnya sanksi barat terhadap Rusia.

    Sejatinya, penandatanganan 20 MoU mengenai peningkatan kerja sama antara Cina dan Rusia yang dilakukan sebelum kunjungan Trump ke Beijing, mengirimkan pesan penting kepada Gedung Putih bahwa peningkatan hubungan dengan rival terbesar AS ini mengindikasikan kesiapan Beijing untuk menghadapi kebijakan agresif Trump terhadap Cina dalam berbagai masalah, termasuk dalam masalah Korea Utara.

    (prs/indo)