Jerman Mobilisasi Kekuatan Eropa Hadapi Amerika - Trias Politika
  • Breaking News

    Jerman Mobilisasi Kekuatan Eropa Hadapi Amerika

    Kanselir Jerman, Angela Merkel dan Presiden Amerika Donald Trump



    BERLIN - Kanselir Jerman, Angela Merkel menganggap sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump yang menolak kesepakatan bersama KTT G7, sebagai indikasi keputusasaan Trump. Merkel mengatakan, Eropa tidak boleh lagi bergantung pada Washington.

    Hal senada juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas. Ia menegaskan, reaksi negara-negara Eropa atas keputusan terbaru Donald Trump harus lebih solid dan kompak lagi.

    Maas menjelaskan, keputusan ini benar-benar tidak mengejutkan, pasalnya kita pernah menyaksikan hal ini sebelumnya dalam perjanjian iklim dan kesepakatan nuklir Iran.

    Trump di akhir pertemuan KTT G7 yang diwarnai ketegangan di antara pemimpin tujuh negara kaya dunia itu, terutama antara Presiden Amerika dengan pemimpin Kanada, Perancis dan Jerman, mereaksi statemen Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, dan menolak kesepakatan bersama. Sikap Trump itu dianggap sebagai pukulan telak bagi kelompok G7 dan negara-negara anggotanya.

    Pada kenyataannya, dengan keputusan dan langkahnya itu, Trump secara bertahap bermaksud memutus hubungan erat ekonomi, perdagangan dan keamanan yang telah berlangsung lama antara Eropa dengan Amerika, hanya dalam waktu beberapa tahun.

    Di sisi lain para pemimpin negara Eropa berusaha mencegah agar situasi tidak semakin memburuk, dengan tidak menganggap penolakan Trump menandatangani kesepakatan bersama KTT G7, sebagai akhir dari segalanya. Sehubungan dengan hal ini, Angela Merkel mengatakan, penolakan Trump atas kesepakatan bersama lewat Twitter, patut dipertanyakan dan sedikit menunjukkan keputusasaan.

    Amerika dan Eropa

    Menurut Merkel, pertemuan KTT G7 di Kanada bukanlah akhir kerja sama Amerika dan Eropa, tapi Eropa tidak boleh lagi bersandar pada Amerika dan harus menentukan nasibnya sendiri.

    Meski sekarang kemungkinan keluarnya Amerika dari kelompok G7 masih spekulasi, namun mengingat rekam jejak dan kinerja Trump 1,5 tahun terakhir, terutama dalam hal pelanggaran aturan internasional, maka bukan mustahil kelak ia akan memutuskan untuk keluar dari G7. Apapun yang terjadi, keenam negara anggota G7 harus mempersiapkan diri sebelum hal itu.

    Presiden Perancis, Emmanuel Macron terkait hal ini menuturkan, mungkin bagi Trump tidak penting ia akan terisolasi atau tidak, tapi kami akan tetap bertahan sebagai kelompok G6. Jika Amerika memutuskan untuk menarik partisipasi internasionalnya, maka hal ini buruk bagi perekonomian dan citra Amerika sendiri. Trump mengetahui hal ini.

    Sikap Trump dalam berbagai masalah yang diperselisihkan dengan Eropa menunjukkan bahwa dirinya bukan saja tidak ingin mundur dari konflik ini, bahkan mengancam Kanada dan Eropa untuk meningkatkan tarif impor sejumlah komoditi lain dari Eropa.

    Hal ini dapat dipahami sebagai indikasi meningkatnya ketegangan, konflik dan kemungkinan pecahnya perang dagang di antara kedua pihak. Selain karena Eropa selama ini dirugikan oleh sikap keras kepala Trump terkait sejumlah masalah termasuk kesepakatan nuklir Iran dan perjanjian iklim Paris.

    Dalam pandangan para petinggi Eropa, strategi Trump bukan hanya dapat membahayakan sistem global bahkan bisa semakin mengucilkan Amerika sendiri di level internasional.

    (hs/in)