Inovasi Olahan Nasi Goreng Pisang Asal Klaten - Trias Politika
  • Breaking News

    Inovasi Olahan Nasi Goreng Pisang Asal Klaten

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat meninjau pameran



    SEMARANG - Dalam acara pameran pangan yang dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Pangan Sedunia ke 38, tingkat provinsi Jawa Tengah di Kab. Blora, Jumat (26/10/2018), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga meninjau satu persatu stan pameran.

    Salah satu yang membuat orang no satu di jawa tengah ini kepincut adalah inovasi olahan makanan yang beda dari biasanya. Dan ternyata, Nasi Goreng Pisang asal Klaten mampu menarik perhatian Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, disela-sela meninjau stan yang ada.

    Menurut pembuat Nasi Goreng Pisang, Teguh Sumarno Putro, nasi goreng pisang tersebut terbuat dari buah pisang yang masih mentah. Pisang dipilih yang sudah tua, kemudian dikukus dan diparut kasar. Setelah itu digoreng menggunakan bumbu nasi goreng biasa.

    Ia mengatakan semua jenis pisang bisa dibuat nasi goreng pisang dengan syarat masih mentah, karena jika sudah matang, kandungan gulanya muncul, jadi kurang sehat.

    “Nasi goreng pisang juga mengenyangkan dan dapat digunakan sebagai pengganti nasi. Semua jenis pisang bisa dibuat nasi goreng pisang ini, syaratnya masih mentah. Karena kalau sudah matang, kandungan gulanya muncul, jadi kurang sehat. Kalau masih mentah, kandungan gulanya rendah serta sari patinya masih banyak," terangnya.

    Nasi goreng pisang ini lanjut Teguh sudah dikenalkan kepada masyarakat dan dijual. Respon masyarakat terhadap nasi goreng ini juga sangat baik. "Sudah banyak dijual di Sragen, harganya Rp 5000 sudah bisa menikmati nasi goreng pisang ini," tutupnya.

    Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku senang dengan kecerdasan masyrakat dalam mengolah bahan yang sudah tersedia dilingkungannya. Salah satunya seperti Nasi Goreng Pisang yang dicicipinya tak disangka begitu enak rasanya.

    "Ini enak sekali, ini dari pisang ya, bukan dari nasi kan. Ini kreatif, hal-hal semacam ini harus dicontoh, bagaimana memanfaatkan potensi makanan lain sebagai pengganti nasi. Ini enak lho, mengenyangkan juga. Masyarakat harus bisa seperti ini, memanfaatkan semua bahan makanan lokal yang ada," kata Gubernur Ganjar Pranowo.

    Hari Pangan Sedunia ke-38. Acara yang dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Blora tersebut dimeriahkan oleh berbagai acara, salah satunya pameran potensi komoditas pangan dan pertanian se Jawa Tengah.Lebih dari 200 stand berjajar di kawasan Alun-Alun Blora beragam hasil komoditas pangan, baik yang masih berupa hasil pertanian maupun olahan dipamerkan.

    (ls/inf)