Monumen Kapsul Waktu Miliki Jiwa dan Semangat Avenger - Trias Politika
  • Breaking News

    Monumen Kapsul Waktu Miliki Jiwa dan Semangat Avenger

    Monumen Kapsul Waktu Miliki Jiwa dan Semangat Avenger



    INFILTRASI - Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, yang diresmikan Presiden Joko Widodo sepulang dari lawatan ke KTT Ke-33 ASEAN, kemarin (Jumat, 16/11/2018), mirip dengan markas Avenger.

    “Saya juga mengikuti di media sosial yang ramai membicarakan Monumen Kapsul Waktu ini. Katanya, bentuknya seperti markas Avengers yang sangat futuristik,” ujar Jokowi seusai meresmikan monumen seluas 2,5 hektare itu.

    Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo sempat menggendong anak Papua yang berpakaian adat dalam acara itu. Jokowi yang me-ngenakan kemeja putih dan celana jins biru menggendong anak laki-laki sebelum ­acara peresmian, sedangkan Ibu Negara menggendong seorang anak perempuan di ­punggungnya saat menaiki tangga hingga ke puncak mo-numen. Di puncak monumen, anak-anak meletakkan kapsul waktu yang berisikan tujuh mimpi anak Indonesia ke dalam cangkangnya.

    Jokowi menyatakan tak hanya bangunannya, monumen itu juga memiliki jiwa dan semangat yang sama seperti Avengers, yakni bermimpi besar seperti melindungi orang banyak dan orang lemah.

    Monumen Kapsul Waktu merupakan klimaks dari Gerakan Nasional Ayo Kerja tiga tahun lalu di titik Nol Kilometer, Sabang, Aceh, yang berisikan tujuh mimpi anak-anak bangsa. Mimpi-mimpi itu dibawa me-ngelilingi 34 provinsi sejauh 24.089 kilometer.

    “Melalui monumen ini kita bukan saja meletakkan mimpi kita sebagai bangsa besar, tapi akan bekerja keras, bekerja sama, berikhtiar mewujudkan mimpi besar itu,” tegasnya.

    Baca: Presiden Jokowi Resmikan Monumen Kapsul Waktu Mirip Markas The Avangers di Papua

    Ketujuh mimpi besar itu ialah kecerdasan SDM ­Indonesia mengungguli bangsa-bangsa lain, menjunjung tinggi ­pluralisme, berbudaya religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika, serta menjadikan Indonesia pusat pendidikan, teknologi, dan peradaban dunia.

    Harapan lainnya ialah masyarakat dan aparatur pemerintah bebas dari korupsi, pemerataan pembangunan infrastruktur, Indonesia menjadi negara mandiri dan berpengaruh di Asia Pasifik serta menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

    “Karena itu, kelak di tahun 2085 dibuka oleh penerus kita, apakah tujuh mimpi besar itu telah bisa kita wujudkan,” kata Jokowi.

    Setelah peresmian monumen, Presiden meninjau pembangunan drainase/culvert box di ruas Jalan Merauke-Sota Km 23, Kabupaten Merauke, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Sota.

    (Ins/Ant/inf)