Tim DVI Gunakan Tes DNA Sampel Tulang Untuk Identifikasi Korban Lion Air - Trias Politika
  • Breaking News

    Tim DVI Gunakan Tes DNA Sampel Tulang Untuk Identifikasi Korban Lion Air

    Tim DVI Gunakan Tes DNA Sampel Tulang Untuk Identifikasi Korban Lion Air



    INFILTRASI – DVI Commander Kombes Pol Lisda Cancer menegaskan, cepat atau lambat body part yang dievakuasi oleh tim SAR gabungan belum tentu mempengaruhi kondisi dari sampel DNA. Sebab, kondisi ini ditentukan oleh body part apa yang dibawa ke Posko Postmortem RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    “Tergantung dari body part yang kami terima, tapi bukan berarti yang datang belakangan akan jelek hasilnya. Bisa jadi sebaliknya,” ujar Lisda pada Senin (12/11/2018).

    Kondisi dari body part memang semakin memburuk mengingat lamanya body part tersebut terendam di lautan. Sehingga nantinya turut mempengaruhi sampel DNA dan proses identifikasi penumpang. Namun ia mengungkapkan kalau di hari-hari terakhir operasi pencarian dan evakuasi, bagian tulang paling banyak diterima oleh tim DVI. Tulang diketahui dapat dijadikan sampel DNA paling bagus dibandingkan jaringan yang kondisinya lebih cepat memburuk dan membusuk.

    “Tulang itu lebih bagus daripada jaringan karena di dalam tulang DNA itu, di sumsum atau di sel tulangnya sendiri lebih kuat dia. Lebih tahan. Jadi DNA di sel-sel tulang itu, dinding selnya lebih kuat,” ungkapnya.

    Meski penemuan tulang jumlahnya tidak seberapa banyak, namun ia berharap melalui body part tersebut penumpang pesawat Lion Air PK LQP nomor penerbangan JT 610 dapat segera teridetifikasi. Mengingat kalau tulang dapat dijadikan sampel yang lebih bagus dibandingkan bagian lainnya.

    Sementara itu Kepala Laboratorium DNA Kombes Pol Putut Cahyo Widodo menjelaskan kalau tulang memang bagian paling bagus untuk sampel DNA. Namun, body part tersebut ternyata dijadikan pilihan terakhir jika sampel DNA yang tengah dalam proses identifikasi ini tidak mengeluarkan hasil.

    “Itu masih belum diperlukan. Tetapi nanti kalau sudah lama (mungkin akan digunakan sebagai sampel DNA),” terang Putut.

    Ia menambahkan, sampel DNA diambil dari sel tulang apabila kondisi jaringan untuk sampel DNA sudah mengalami kondisi yang sangat buruk. Sehingga cara lainnya dengan mengambil sampel dari sel tulang. Di mana tulang ini mempunyai kondisi yang lebih tahan lama dan lebih bagus dibandingkan jaringan lainnya.

    “Kalau bulan pertama masih seperti ini (menggunakan jaringan), mungkin bulan kedua sudah mulai menggunakan tulang. Karena derajat degradasi mulai berat kan, nah kalau kondisinya semakin memburuk, yang paling bagus itu menggunakan tulang. Tulang itu masih cukup untuk satu tahun, dua tahun masih bisa,” tandasnya.

    Sebanyak 82 penumpang pesawat nahas tersebut telah berhasil teridentifikasi. Berdasarkan data dari manifes, ada 189 penumpang yang menumpang di pesawat Lion Air PK LQP ini. Itu artinya, masih ada 107 penumpang lainnya yang perlu diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri.

    (cw2/inf)