Putus Sekolah, Pelajar SMP Jadi Kapten Pencuri 27 Motor - Trias Politika
  • Breaking News

    Putus Sekolah, Pelajar SMP Jadi Kapten Pencuri 27 Motor

    Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah menunjukan barang bukti motor yang telah dicuri. (angga)




    DEPOK  – Putus sekolah SMP,  pemuda di bawah umur ini malang melintang menjadi pencuti motor. Dia punya kelompok komplotan pencuri. Pemuda 17 tahun itu  jadi kapten pencurian motor, dan bergantian kelompok bila beraksi. Di bulan Agustus 2019, dia sudah ikut mencuri 27 motor.

    Pemuda ini akhirnya ditangkap  anggota Reskrim Unit Jatanras Polresta Depok, Kamis (5/9), dia menjadi kapten dalam kasus pencurian sepeda motor di beberapa daerah, khususnya Depok.

    Kapolresta Depok AKBP Azis Andriansyah menyebutkan tersangka yang masih belia ini, diketahui sudah beraksi selama setahun ini melancarkan pencurian, paling tidak  seminggu sekali mencuri.

    “Tersangka  mempunyai 6 kelompok dan bergantian setiap kali mau beraksi. Hingga Agustus pelaku telah berhasil memetik sebanyak 27 unit motor,” ujarnya  didampingi Paur Humas Polresta Depok Ipda Made Budi dalam jumpa pers di loby Promoter Mapolresta Depok, Kamis (5/9/2019).

    Perwira jebolan Akpol angkatan 1998 ini menambahkan kelompok pemuda  ini  antara lain RA (31) dan RS (29).  Menurutnya, mereka  mencuri saja, tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap korban.

    “Jadi pelaku mulai jalan dari Rumpin menggunakan motor menjelang Subuh mencari sasaran motor yang terparkir di pinggir jalan atau dalam rumah dengan merusak gembok pengamanan tambahan dan kunci kotak menggunakan kunci letter T,” ucap AKBP Azis.

    Pengakuan dari tersangka yang putus sekolah SMP ini, lanjut AKBP Azis, dengan mencuri paling mudah untuk mencari pemasukan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

    “Setiap berhasil motor yang dicuri langsung dijual kepada siapa saja dengan harga murah di daerahnya. Per unit motor rata-rata dijual mulai Rp.1 juta hingga mencapai Rp.2 juta. Uang tersebut selalu dibagi ke pelaku lainnya yang rata-rata pengangguran,” ungkapnya.

    Dari ketiga pelaku yang ditangkap, satu pelaku yaitu RA, terpaksa ditembak anggota mengenai membolongi betis kaki tersangka  karena berupaya kabur saat ditangkap.

    “Pelaku RA saat mau ditangkap mencoba kabur. Lalu anggota sigap melumpuhkan pelaku dengan memberikan satu proyektil timah panas yang keluar dari senjata api petugas di lokasi,” tuturnya.

    Hasil penyelidikan petugas dari tangan pelaku petugas berhasil menyita sebanyak tujuh unit motor berbagai merek. “Ketiga pelaku kita kenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman pidana lima tahun penjara,” tutupnya. (Angga/win)