Aneh bin Ajaib! Wagub NTT Sebut Virus Corona Cuma Flu Biasa - Trias Politika
  • Breaking News

    Aneh bin Ajaib! Wagub NTT Sebut Virus Corona Cuma Flu Biasa

    Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi 



    KUPANG - Aneh bi ajaib! Mungkin ini kata yang tepat untuk menanggapi pernyataan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Josef Nae Soi terkait merebaknya wabah covid-19 akhir-akhir ini.

    Di tengah keresahan masyarakat terkait meluasnya informasi tentang penyebaran virus corona, Wagub Josef malah menyebut Corona sebagai flu biasa, yang bisa disembuhkan dengan mengonsumsi kelor. Padahal belum ada pembuktian ilmiah bahwa kelor bisa menyembukan corona.

    Dilansir media warta ekonomi, Direktur Medik dan Keperawatan RSPI, Dyani Kusumowardhani pada 07 Maret 2020 lalu menyebut belum ada obat untuk virus corona.
    "Corona itu virus. Obat antivirus khusus corona ini tidak ada. Jadi, kita tidak memberikan obat untuk antivirus, tapi obat untuk mencegah gejala yang timbul," ucap Dyani Kusumowardhani.

    Namun seperti dikutip dari Vox NTT, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi justru menyebut corona sebagai penyakit flu biasa. Kendati demikian, ia mengimbau masyarakat NTT agar tidak takut dengan virus ini. Dirinya justru lebih takut jika masyarakat NTT semakin masuk dalam jurang kemiskinan, kemelaratan, kebodohan dan stunting.

    “Kalau Corona ini kan flu biasa, minum itu kelor saja sudah beres. Kelor depan rumah banyak-banyak kok, tidak usah takut. Yang kita takutkan adalah kemiskinan, kemelaratan, kebodohan, stunting, itu yang harus kita takuti. Tidak usah takut terhadap Corona,” ujar Josef di pelataran Sahid Timor Hotel belum lama ini.

    Baca: Mengerikan! Jumlah Penderita Covid-19 Naik Lagi jadi 514 Positif, 48 Meninggal & 29 Sembuh

    Terkait virus yang kian meresahkan ini, pemerintah Provinsi NTT tegas Josef, tidak menyiapkan apa-apa. Yang disiapkan oleh Pemprov NTT saat ini kata dia adalah bagaimana supaya masyarakat Indonesia khusunya NTT tidak miskin.

    “Kita tidak siapkan apa-apa tetapi kita mempersiapkan semua rakyat Indonesia supaya tidak miskin dan tidak boleh mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Bukan hanya Corona. Kita yang mesti takuti itu bagaimana supaya rakyat NTT tidak miskin, tidak melarat dan pendidikannya bagus. Kalau pendidikannya bagus, pola makannnya bagus dan kesehatan  bagus. Kenapa kita takut?. Berdoa kepada Tuhan saja,” kata dia.

    Josef yang baru pulang dari Equador itu mengaku, selama perjalanan, Josef tak pernah menggunakan masker.

    “Saya baru saja pulang dari Equador tidak pernah pake masker. I believe my God, I believe my health an I beleave my self,” tegasnya lagi.

    Soal Corona, menurutnya kadang orang hanya membangun isu untuk membuat orang panik.

    “Orang bikin isu ini itu, kita mulai panik. Nanti kita tidak bisa bergaul. Kita boleh waspada. Kenapa kita tidak ributkan DBD di Sikka yang sudah lebih dari 2000 lebih orang penderita. Kok kita ribut dengan Corona,” ungkapnya.

    Baca: Lawan Covid-19, Doni Monardo: Perintah Presiden, Tak Ada Lockdown!!

    Josef menyarankan agar sebaiknya persoalan Virus Babi ASF dan DBD yang kini melanda sebagian kabupaten dan kota di NTT yang harus diributkan.

    “Kenapa virus Babi Afrika itu tidak diributkan, tetapi kita ribut soal Corona. Dua orang itu ada di Depok. Kita di sini ribut kita punya, kenapa kita ributkan orang di luar sana. Oke kita waspada iya, tetapi jangan sampai terlalu panik,” tegasnya.

    Seperti diketahui, hingga saat ini, Minggu, (22/03/2020) pemerintah pusat Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto telah merilis jumlah pasien Corona yakni sebanyak  514 Positif, 48 Meninggal & 29 Sembuh. Jumlah ini masih berpotensi bertambah.

    "Penambahan kasus positif mencapai 64 orang, sedangkan untuk korban meninggal bertambah 10 orang berdasarkan pemantauan hingga pukul 12.00 siang," kata Achmad.

    Baca: Positif Corona, Aktris Andrea Dian Diisolasi

    Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto, menjelaskan penderita infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia menyentuh angka 514 orang, sementara korban meninggal dunia sudah mencapai 48 orang.

    Jadi, benarkan klaim Wakil Gubernur NTT Josef nae Soi bahwa Covid-19 cuma flu biasa?

    (red/publico)