Lembaga Charta Politika Rilis Hasil Survey: Prabowo Subianto Menteri Berkinerja Paling Baik - Trias Politika
  • Breaking News

    Lembaga Charta Politika Rilis Hasil Survey: Prabowo Subianto Menteri Berkinerja Paling Baik

    Lembaga Charta Politika Rilis Hasil Survey: Prabowo Subianto Menteri berkinerja Paling Baik  (ilustrasi)


    JAKARTA - Survei yang dilakukan Charta Politika Indonesia pada 20-27 Februari 2020 menempatkan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto sebagai menteri berkinerja paling baik dalam Kabinet Indonesia Maju. Prabowo mengumpulkan elektabilitas 16,8 persen.

    Disusul Menteri BUMN Erick Thohir dengan 14,3 persen; Menko Polhukam Mahfud MD 9,6 persen; Mendikbud Nadiem Makarim 7,1 persen; dan Menkeu Sri Mulyani 5,3 persen. Lalu disusul Menlu Retno Marsudi 2,3 persen; Mendagri Tito Karnavian 1,6 persen; Mentan Syahrul Yasin Limpo 1,4 persen; dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dengan 1,3 persen. Sementara menteri-menteri lainnya memiliki elektabilitas kinerja tak sampai satu persen.

    "Yang tidak menjawab atau tidak tahun 30,6 persen," tulis Charta Politika dalam hasil survei yang dirilis hari ini, Minggu (29/3/2020).

    Baca: Charta Politika Merilis Survey, Nama Prabowo Subianto Ungguli Anies Baswedan di Pilpres 2024

    Pengenalan responden terhadap Prabowo pun paling tinggi di antara menteri Kabinet Indonesia Maju lainnya. Sebanyak 87,7 persen responden mengenal Prabowo.

    Disusul Mahfud MD dengan 70,6 persen; Erick Thohir 54,4 persen; dan Sri Mulyani 51,7 persen. Sementara menteri-menteri lainnya memiliki tingkat pengenalan tak sampai 50 persen.

    Responden pun menilai penunjukan menteri oleh Presiden Joko Widodo sudah tepat. Sebanyak 70 persen responden pun mengaku puas dengan komposisi Kabinet Indonesia Maju.

    "Prabowo Subianto, Mahfud MD, Nadiem Makarim, Erick Thohir, dan Sri Mulyani dinilai sebagai menteri berkinerja terbaik oleh masyarakat," tulis Charta Politika.

    Survei ini melibatkan 1.200 responden di seluruh provinsi di Indonesia dengan usia minimal 17 tahun. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka, multistage random sampling, dan margin of error mencapai 2,83 persen.