Mantan Agen Intelijen Rusia Ungkap 300 File Sensitif Milik AS Yang Berhasil Dibobol - Trias Politika
  • Breaking News

    Mantan Agen Intelijen Rusia Ungkap 300 File Sensitif Milik AS Yang Berhasil Dibobol

    ilustrasi publico.id



    MOSKOW - Seorang pensiunan agen intelijen Soviet-Rusia, Yuriy Shevchenko, menjelaskan secara rinci bagaimana ia berhasil mendapatkan sejumlah file sensitif pada tahun 1970-an. File-file tersebut terkait dengan fungsi administrasi kepresidenan Amerika Serikat (AS), Departemen Luar Negeri, Badan Intelijen Pusat (CIA) dan NATO.

    "Saya diberi arahan pekerjaan saya: musuh utama (AS) dan NATO. Skala tugas menggambarkan bahwa perlu untuk mengendalikan pemerintahan presiden, CIA, Departemen Luar Negeri, FBI dan markas NATO," ungkap Shevchenko, dikutip oleh outlet media bersejarah Rusia, Vorontsovo.

    Meski begitu, Shevchenko masih tidak diizinkan untuk mengungkapkan semua rincian misi yang ia selesaikan selama periode itu.

    "Aku akan melewatkan detailnya dan menyimpulkan: satu-satunya hal yang tidak kuketahui adalah FBI. Aku mengambil kendali atas yang lainnya. Dan aku menerima dokumen rahasia - sekitar 300 volume arsip - dengan cap 'top secret' dan dengan cap 'cosmic'," Shevchenko menjelaskan, menambahkan bahwa kata 'cosmic' berarti tingkat kerahasiaan tertinggi seperti dilansir dari Sputnik, Sabtu (14/3/2020)

    Pada bulan Januari, direktur Badan Intelijen Asing Rusia (SVR) dan ketua masyarakat sejarah Rusia, Sergei Naryshkin, untuk pertama kalinya secara publik menyebutkan tujuh agen 'ilegal' intelijen Rusia yang memberikan kontribusi penting untuk melindungi kepentingan Rusia dan memastikan keamanannya. Di antara mereka adalah Shevchenko.

    Menurut SVR, agen ilegal adalah mata-mata yang bertindak di negara asing dengan kedok warga negara atau negara ketiga. Agen bertindak sesuai dengan cerita latar belakang palsu yang dirancang dengan cerdik untuknya hingga detail terkecil.

    Menurut SVR, Shevchenko, yang dimulai pada 1969, secara teratur melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri untuk menyelesaikan tugas-tugas intelijen, sambil bekerja dengan sumber-sumber utama. Ia berpartisipasi dalam pencarian dan rekrutmen individu untuk intelijen Soviet dan mengklaim telah berhasil mengekstraksi informasi berharga tentang sejumlah masalah mendesak, termasuk file yang disegel dengan cap 'cosmic'.

    Shevchenko memiliki sejumlah penghargaan tingkat tinggi untuk jasanya. Pada 2017, Presiden Rusia Vladimir Putin menganugerahkan medali "Pahlawan Rusia" kepada Shevchenko.
    (ian)