Social Distancing Hadapi Corona, Ansy Lema Instruksikan Staf Khusus Cek Stok Beras Bulog NTT - Trias Politika
  • Breaking News

    Social Distancing Hadapi Corona, Ansy Lema Instruksikan Staf Khusus Cek Stok Beras Bulog NTT

    Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si



    KUPANG - Berbagai bentuk kesiagaan menghadapi wabah COVID-19 atau virus corona perlu dilakukan. Salah satunya adalah dengan memperhatikan ketersediaan pasokan beras sebagai konsumsi pangan utama masyarakat.

    Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si pada Sabtu (21/3/2020), mengirim dua stafnya untuk melakukan kunjungan ke Gudang Bulog NTT untuk mengecek kesediaan beras hadapi wabah corona yang tengah melanda dunia termasuk Indonesia dan Provinsi NTT. Hingga kini dua staf utusan anggota Komisi IV DPR yang membidangi pertanian masih bertahan di Kupang untuk mengecek ketersediaan dan pasokan beras agar aman untuk dikonsumsi masyarakat NTT.

    Baca: Menantu Menteri MenPAN RB Yang Juga Aktor Film Cinta Fitri Dinyatakan Positif Virus Corona

    Dalam kunjungan tersebut, dua Staf Ansy Lema disambut Kepala Gudang Bulog NTT Yogi Kore. Ditemani Kepala Gudang Bulog NTT, mereka mengecek ketersediaan stok beras untuk konsumsi masyarakat NTT dan memastikan beras aman untuk dikonsumsi.

    "Saya belum bisa kembali ke NTT karena masih melakukan social distancing, yakni melakukan kerja dari rumah (Work from Home) sesuai instruksi Presiden Joko Widodo demi mencegah penularan virus COVID-19", ucap mantan presenter TVRI tersebut, kepada publico.id Minggu, (22/03/2020)

    Sebelumnya, lanjut Ansy, dirinya telah melakukan komunikasi melalui saluran telpon dengan Kepala Bulog NTT Taufan Akib. Ia menanyakan soal ketersediaan pangan, kemanan pangan untuk dikonsumsi dan proses distribusi ke daerah-daerah.

    "Guna mengetahui kesiapan di lapangan, saya mengutus dua staf melihat langsung kondisi lapangan," ucapnya.

    Baca: Positif Corona, Aktris Andrea Dian Diisolasi

    Dilaporkan, dalam kunjungan tersebut, dua staf anggota Komisi IV DPR RI tersebut  mencatat beberapa informasi penting. Pertama, stok beras di Gudang Bulog NTT saat ini sebanyak 1.900 ton. Dalam satu atau dua hari ke depan pasokan beras akan masuk lagi sebesar 4.000 ton dari Makassar, Sulawesi Selatan.

    Kedua, lanjut Ansy, stok beras tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan warga NTT hingga enam bulan ke depan.

    Ketiga, Bulog NTT juga memiliki ketersediaan beras untuk mengatasi stunting dengan jumlah pasokan sebesar 5.000 ton. Seperti kita ketahui, angka stunting atau kerdil di NTT terbilang tinggi, yaitu sebanyak 269.658 balita atau 43 persen dari 633.000 balita di NTT. Untuk menekan angka stunting dibutuhkan gizi yang cukup dan komoditi beras menjadi salah satu komponen penting.


    Setelah meninjau Gudang Bulog, kedua staf Ansy Lema beranjak ke Pasar Inpres Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Raja, Kupang untuk memastikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok. Menurut informasi para pedagang di Pasar Naikoten I, harga kebutuhan pokok hingga saat ini masih stabil meskipun merebaknya ancaman virus corona.

    Baca: Ibu dan Anak Suspect Covid-19 di Baturaja Dikonfirmasi Pernah Kontak Fisik dengan Turis Asing di Jakarta

    Misalnya, harga beras dengan merek Sari Pagi Sulsel dan Nona Kupang per kilogram berkisar antara Rp 9.500 - Rp 12.000. Harga minyak goreng per 2 liter Rp 30.000. Harga gula per kilogram antara Rp 17.000 - Rp 18.000. Untuk daging per ekor Rp 50.000 dan telur ayam ras Rp 16.000 per kilogram.

    "Dengan informasi tersebut, NTT dapat dikatakan memiliki pasokan beras yang cukup untuk menghadapi kemungkinan kelangkaan pasokan akibat pandemi corona", ujarnya.

    Baca: Dinyatakan Positif Corona, Wali Kota Bogor Bima Arya Jalani Isolasi 14 Hari

    Di sisi lain, harga bahan pangan pun dalam kondisi terkendali. Semoga informasi ini dapat membantu kita semua dalam menekan kepanikan ketersediaan pangan dan melonjaknya harga kebutuhan pokok.

    "Semua pihak diharap bisa bekerja sama pemerintah menghadapi pandemi corona agar ancaman virus dapat segera berlalu dan mampu ditangani dengan baik. Common, but differential responsibility. Mari kita tetap menjaga jarak dan berdiam diri di rumah untuk membantu menekan penyebaran virus corona", pungkas mantan dosen Universitas Negeri Jakarta ini.

    (red/publico)