Timbun 350 Masker di Kamar Apertemen, Seorang Mahasiswi Diamankan Polisi - Trias Politika
  • Breaking News

    Timbun 350 Masker di Kamar Apertemen, Seorang Mahasiswi Diamankan Polisi

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus didampingi Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S dan Kapolsek Tanjung Duren Kompol Agung Wibowo menunjukkan masker penimbunan.



    JAKARTA  - Masker sebanyak  350 masker yang digerebek Polsek Tanjung Duren di salah satu kamar Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, ternyata milik seorang mahasiswi. TVH, 19 diamankan polisi lantaran menimbun masker di dalam kamarnya, pada Selasa (3/3/2020) kemarin.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, TVH mandapatkan 350 masker tersebut dari toko lalu menjualnya kembali lewat media sosial (sosmed) dengan harga tinggi. Dari penjualan itu, ia mendapatkan keuntung berkisar Rp 10 hingga 15 ribu per dus.

    "Pelaku dapat diamankan setelah beredar di media sosial instagram maupun whatsapp adanya seseorang menjual masker dengan harga Rp 300 sampai 350 ribu per dus berbagai merk," kata Yusri didampingi Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie E. Latuheru, Rabu (4/3).

    Dikatakan, wanita muda ini menjalankan aksinya sudah hampir satu bulan memanfaatkan merebaknya wabah virus corona. Sehingga masyarakat membutuhkan banyak masker. Ia kemudian dibantu rekannya menjual masker tersebut.

    "Pelaku bekerja tidak sendiri melainkan punya rekanan untuk membantu menjual dan sudah sekitar 500 dus yang sudah terjual. Sedangkan untuk pelaku sendiri sudah menjual hampir 200 dus. Kami dalami apakah masker ini ada izin atau tidak," ujarnya.

    Yusri menegaskan, polisi akan terus melakukan penindakan apabila masih ada yang berani melakukan penimbunan masker dengan mencari keuntungan pribadi. "Kita akan tindak apabila masih ada pelaku lain mencoba untuk menjadi spekulasi-spekulasi, sementara masyarakat sangat membutuhkan masker," tegas Yusri.

    Yusri mengimbau masyarakat agar tetap tenang tidak usah terlalu panik. Pemerintah masih siap untuk stok masker. "Kami juga akan terus mencari penimbun masker untuk bisa membuat efek jera dan kepada pelaku lain untuk segera berhenti. Kepada distributor yang masih menaikkan harga akan kami tindak," pungkasnya. (ilham)