Ayatullah Sayid Ali Khamenei Sebut Umat Manusia Kini Sangat Membutuhkan Kehadiran Juruselamat - Trias Politika
  • Breaking News

    Ayatullah Sayid Ali Khamenei Sebut Umat Manusia Kini Sangat Membutuhkan Kehadiran Juruselamat

    Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Kamis (9/4/2020)



    TEHRAN - Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar menganggap perasaan membutuhkan yang dalam dan luas umat manusia hari ini terhadap Juruselamat, tidak pernah terjadi sepanjang sejarah. Ia menekankan makna hakiki dan konstruktif penantian yaitu harapan dan keyakinan atas kemudahan, aktif dan upaya meraih masa depan yang cerah.

    Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Kamis (9/4/2020) dalam pidatonya memperingati Nisyfu Syaban, hari kelahiran Imam Mahdi mengucapkan selamat hari wiladah Imam Mahdi kepada rakyat Iran, umat Islam dan seluruh penuntut kebebasan dunia, dan menilai ilmu pengetahuan dan pengalaman sebagai nikmat besar Ilahi, dan solusi berbagai permasalahan.

    Ia menuturkan, ilmu pengetahuan yang sampai sekarang sudah terbukti, tidak mampu mengatasi ketidakadilan, dan mewujudkan keadilan yang merupakan cita-cita abadi umat manusia membutuhkan kekuatan Ilahi, maka dari itu risalah besar Imam Mahdi adalah memenuhi muka bumi dengan keadilan.

    Rahbar juga menyinggung kondisi akibat penyebaran Virus Corona di dunia, dan menganggap masalah ini sebagai ujian global yang luar biasa bagi setiap negara dan rakyatnya.

    Ia menambahkan, penantian terhadap kehadiran Imam Mahdi berarti juga kemudahan pasca kesulitan, karenanya manusia penanti tidak akan pernah putus asa dan kebingungan karena masalah ini, dengan tetap menjaga ketenangan, ia yakin kondisi ini akan berubah.

    Ayatullah Khamenei juga menyinggung sikap dan kinerja Dunia Barat dalam menangani penyebaran Virus Corona dan menuturkan, dalam kondisi ini, budaya dan peradaban Barat telah menunjukkan buahnya, dan ini adalah hasil falsafah yang dianut peradaban Barat dan berlandaskan pada individualisme, materialisme dan sebagian besar atheis.

    Rahbar menjelaskan, perang dunia pertama dan kedua, perang Vietnam, dan agresi Amerika ke Afghanistan dan Irak, adalah peristiwa penting lain yang terjadi selama beberapa tahun kebelakang.

    "Penyebaran Virus Corona tidak boleh menyebabkan kita lalai atas penindasan negara adidaya dunia terhadap berbagai bangsa termasuk bangsa Palestina, dan Yaman, begitu juga kita tidak boleh lalai terhadap konspirasi dan permusuhan kubu imperialis, karena berbeda dengan pandangan sebagian orang yang mengatakan jika kita tidak memusuhi mereka, maka mereka pun tidak akan memusuhi kita, permusuhan kubu imperialis sebenarnya adalah terhadap substansi negara Republik Islam Iran dan demokrasi religius," pungkasnya.