Cegah Covid-19, Masyarakat Kota Tidore Gelar Ritual Tolak Bala - Trias Politika
  • Breaking News

    Cegah Covid-19, Masyarakat Kota Tidore Gelar Ritual Tolak Bala

    Cegah Covid-19, Masyarakat Kota Tidore Gelar Ritual Tolak Bala



    TIDORE - Para imam, syara dan tetua adat di Kota Tidore Kepulauan terus mendukung pemerintah kota dalam upaya mencegah penyebaran Virus Corona atau Covid-19 dengan melaksanakan ratib hadad firaj, doa tolak bala, sabaka dorora dan kota balasi

    Sejumlah kelurahan dan desa di Kota Tidore Kepulauan sejak akhir Maret lalu hingga April ini, melaksanakan ritual adat dan ratib hadad firaj untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar wilayah Kota Tidore Kepulauan dilindungi dan dijauhkan dari wabah virus corona atau Covid-19.

    Di beberapa Masjid dan Musalah di empat kecamatan di Pulau Tidore dan di daratan Oba, terlihat melaksanakan ratib hadad firaj dipimpin imam bersama syara dan diikuti oleh warga setempat, dengan jumlah orang terbatas. Di tempat yang lain, tradisi sabaka dorora atau permintaan doa tolak bala kepada penjaga negeri, juga dilakukan oleh para tetua adat dan masyarakat adat.

    Misalanya, imam dan syara di Kelurahan Cobodoe, Kecamatan Tidore Timur, melaksankan ratib hadad firaj di Masjid Al-Istiqomah yang dipimpin oleh imam H. Suaib.

    Selanjutnya tokoh adat di kelurahan yang dipimpin oleh Bagong Suara tersebut melakukan ritual adat kota balasi atau mengantar wadah berisi siri, pinang dan kapur sebagai simbol permintaan doa tolak bala ke 10 tempat rumah adat di sejumlah kelurahan

    Para imam dan syara Masjid Kesultanan Tidore dipimpin Imam Jawa Turu, H. Abd. Samad Faruk warga, menggelar ratib hadad firaj di Sigi Kolano (Masjid Sultan) di Kelurahan Soasio, usai shalat magrib.

    Hal serupa dilakukan oleh imam dan syara bersama masyarakat setempat memanjatkan doa tolak bala di Masjid Nyili Gamtufkange yang dipimpin oleh Imam Tomayou Burhanudin Abdul Kadir.

    Hal serupa sudah dilakukan di Kelurahan Gurabunga, pada setiap kamis malam para imam dan syara menggelar ratib hadad firaj di Masjid Nurul Hasanah Gurabunga, sementara masyarakat setempat bersepakat melakukan doa serupa di tiga lingkungan di Keluraha Gurabunga di waktu yang sama.

    “Selama wabah virus corona, kami di keluraha Gurabunga tetap memanjtakan doa tolak bala di masjid dan di lingkungan masing-masing setiap malam Jumat (Kamis malam, red), semoga dengan doa tolak bala melalui ratib Hadad Firaj ini, Allah SWT melindungi daerah kita dari wabah virus corona,” ujar Lurah Gurabunga, Thalib Abubakar.

    Di lingkungan Tomadou, Kelurahan Tosa, Kecamatan Tidore Timur, Camat Nurdin Abdullah bersama imam, syara dan sejumlah tokoh di kelurahan, berkumpul di Masjid Al-Mujahidin melaksanakan ratib hadad firaj.

    Mereka juga telah menggelar ritual adat kota balasi,  sebagai simbol permintaan doa tolak bala dari anak cucu negeri kepada para tetua adat di sejumlah rumah adat.

    “Saya juga sudah meminta kepada seluruh lurah di Kecamatan Tidore Timur untuk menggelar ratib hadad firaj secara rutin di kelurahan masing-masing, sebagai salah satu upaya membantu pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran virus corona melalui doa tolak bala,” jelas Nurdin,

    Kepala Dinas Pariwisata kota Tidore Kepulauan mengatakan, dalam rangka Hari Jadi Tidore Ke 912 tahun, yang jatuh pada tangal 12 April, telah dijadwalkan malam ini akan digelar prosesi adat sabaka dorora kie se gam adat kornono, yaitu sebuah tradisi pembacaan doa tolak bala, yang dipusatkan di Masjid Nurul Hasanah, Keluraha Gurabunga, dilanjutkan pada Minggu malam, (11/4/2020), akan digelar ratib haadad firaj oleh imam, syara dan bobato adat Kesultanan Tidore di Kadato Kie Kesultaan Tidore.

    Sekretaris Daerah Dr. H. Asrul Sani Soleiman kepada wartawan Kamis (8/4/2020) mengungkapkan sejumlah tetua adat, imam dan syara, pemuka agama, tokoh masyarakat, pesantren hingga beberapa kelompok masyarakat di beberapa tempat di Kota Tidore Kepulauan, menggelar ritual adat tolak bala serta doa bersama meminta perlindungan kepada Alah SWT.

    “Tentunya, kegiatan seperti ini akan memberikan kekuatan moril bagi tim medis dan Tim Covid-19 Kota Tidore Kepulauan serta di Indonesia untuk bekerja secara maksimal di lapangan, sekaligus menjadi pelindung selama bertugas,” tutup Asrul Sani Soleman.