Kasus Positif Corona di Kendal Bertambah Jadi 2 Orang, Pasien Pernah ke Turki 26 Maret - Trias Politika
  • Breaking News

    Kasus Positif Corona di Kendal Bertambah Jadi 2 Orang, Pasien Pernah ke Turki 26 Maret

    RSUD Soewondo Kendal



    KENDAL - Warga Kendal yang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) bertambah. Setelah warga Kaliwungu Selatan dinyatakan positif, Jumat (10/4/2020) satu warga Kecamatan Boja dikonfirmasi positif terinfeksi virus tersebut.

    Kepala Dinkes Kendal Ferinando Rad Bonay membenarkan informasi tersebut, berdasarkan hasil swab yang bersangkutan. "Hasil yang keluar hari ini menyebutkan pasien warga Kecamatan Boja positif Covid 19," katanya.

    Pasien berjenis kelamin laki laki berusia 42 tahun ini pulang dari Turki tanggal 26 maret 2020 dan mengeluh demam. "Pasien dirawat di Rumah Sakit Sultan Agung Semarang sejak 2 April 2020," ucapnya.

    Menurut Feri, data di Kabupaten Kendal hingga Jumat (10/4/2020) sore yang masuk dalam kategori Orang Dalam Pengawasan (ODP) ada 110 orang.

    "Sementara pasien yang sudah sembuh ada 15 orang dan PDP ada 7 orang masih dirawat di rumah sakit, ujar Feri.

    Dikatakan Feri jumlah Orang Tanpa Gejala (OTG) ada 23 orang dan yang terbanyak adalah Pelaku Perjalanan Dari Negara/ wilayah yang terpapar (PPDT) yakni sebanyak 8.023 orang.

    Melihat banyaknya jumlah warga Kendal yang masuk dalam kategori PPDT, Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal, Moh Toha mengatakan pemantauan pemudik oleh tim gugus penanganan Covid-19 sudah mulai dilakukan sejak 1-2 bulan terakhir.

    Menggandeng tenaga pendamping tiap desa, sudah ada lebih 2.400 pemudik yang sudah kembali ke rumah masing-masing.

    Sebagian besar, kata Toha, sudah melalui pengecekan kesehatan dan pendataan baik saat perjalanan menuju rumah masing-masing maupun pasca sampai di rumah.

    "Sudah kita sampaikan kepada ketua paguyuban di luar kota untuk selalu berkordinasi. Contoh dari Malaysia dipulangkan kita gak bisa nolak. Ada juga lewat jalur laut maupun darat seperti jalur tol ataupun melalui jalur udara," ujarnya.

    Dari ribuan pemudik yang terpantau, Toha memastikan akan memaksimalkan petugas pendamping untuk melacak dan mendata pemudik yang lolos pantauan. Mereka yang terpantau diimbau untuk selalu mengecekkan kesehatannya baik datang dari luar kabupaten ataupun luar negeri.