Reaksi Keras Donald Trump Ancam China, Ini Sebabnya! - Trias Politika
  • Breaking News

    Reaksi Keras Donald Trump Ancam China, Ini Sebabnya!

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump



    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan China bahwa negara Asia tersebut bisa menghadapi konsekuensi bila "diketahui bertanggung jawab" atas pandemi virus corona Covid-19.

    "Ini bisa dihentikan di China sebelum dimulai dan itu tak dilakukan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Sabtu (18/4) waktu Amerika Serikat.

    "Dan kini seluruh bagian di dunia menderita karenanya," lanjutnya.

    Pernyataan tersebut terlontar usai Trump ditanya peluang China akan menerima konsekuensi atas pandemi yang dimulai dari Wuhan pada Desember lalu dan telah menewaskan lebih dari 157 ribu orang di seluruh dunia.

    "Bila mereka diketahui bertanggung jawab, pastinya," kata Trump.

    "Bila ada sebuah kesalahan, ya tetap itu adalah kelalaian. Namun bila mereka diketahui bertanggung jawab, ya, maka akan ada konsekuensi," katanya. "Itu perbedaan besar antara keduanya,"

    "Bagaimana pun, mereka seharusnya tidak membiarkan kita semua kena imbas. Jadi mari lihat apa yang terjadi dengan investigasi mereka. Namun kami juga melakukan investigasi," kata Trump.

    Pemerintahan Trump sebelumnya mengatakan tak menutup kemungkinan peluang virus corona penyebab Covid-19 yang termasuk kategori baru itu menyebar, secara tidak sengaja, dari sebuah laboratorium yang meneliti kelelawar di Wuhan.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian telah menolak laporan media Amerika Serikat tentang tudingan tersebut dan mengatakan hal itu "tidak memiliki dasar ilmiah."

    Lijian juga sebelumnya menuding bahwa militer Amerika Serikat menjadi pihak yang bertanggung jawab membawa virus tersebut ke China.

    Trump juga meragukan angka resmi kasus Covid-19 yang dilaporkan oleh China yang menyebut hanya ada 0,33 persen kematian per 10 ribu orang.

    "Angkanya mustahil," kata Trump. "Sebuah angka yang mustahil untuk terjadi,"

    Virus corona Covid-19 telah menginfeksi lebih dari 2,2 juta orang di 210 negara dan wilayah di dunia sejak awal penyebaran sekitar Desember lalu.

    Berdasarkan data per Sabtu (18/4), sebanyak 581.325 pasien corona dinyatakan sembuh, sementara itu sebanyak 154.900 lainnya meninggal dunia.

    AS menjadi negara dengan kasus dan kematian corona tertinggi di dunia dengan 710.272 positif dan 37.175 meninggal.

    Presiden Donald Trump tengah berencana melonggarkan kebijakan pembatasan pergerakan di AS secara bertahap. Hal itu dikhawatirkan sejumlah pihak memicu risiko penyebaran corona gelombang kedua terjadi.

    No comments