Salah Sasaran Dikira KKB, 2 Orang Warga Sipil Tewas Tertembak Petugas di Mimika Papua - Trias Politika
  • Breaking News

    Salah Sasaran Dikira KKB, 2 Orang Warga Sipil Tewas Tertembak Petugas di Mimika Papua

    Keluarga korban penembakan petugas berunjuk rasa di depan RSUD Mimika, Papua



    MIMIKA - Dua warga sipil berinisial RW dan EAD tewas ketika hendak mencari ikan di Kali Mile 34 area PT Freeport Indonesia, Selasa (14/4/2020). Keduanya tewas tertembak oleh oknum petugas yang bertugas dalam operasi penindakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kedua jenazah tersebut kini disemayamkan di rumah duka di Distrik Kwamki Narama.

    Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab mengatakan, jajarannya akan melakukan investigas kasus yang menyebabkan dua warga tewas di Mile 34 area PT Freeport Indonesia.

    “Kami menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban atas insiden ini. Kami akan mengambil langkah-langkah untuk mengusut tuntas kasus ini dengan membentuk tim investigasi,” katanya.

    Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengakui terkadang aparat keamanan sulit membedakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan warga sipil mengingat lokasi tersebut merupakan objek vital nasional dan area terbuka.

    Apalagi, saat ini situasi keamanan di wilayah tersebut sedikit kurang kondusif pasca penyerangan di area Kuala Kencana yang dilakukan KKB beberapa waktu lalu.

    “Kami berduka cita atas meninggalnya kedua korban. Kejadian ini memang tidak kita inginkan. Situasinya memang sulit bagi kami, TNI dan Polri yang belakangan ini sering mengalami kekerasan-kekerasan kepada kami. Sehingga, kami menyiagakan personel di objek-objek vital nasional,” katanya.

    Sementara itu, keluarga korban Karel Nimingkawak mengatakan, kedua kerabatnya itu bukan KKB atau OPM. “Kedua korban adalah warga sipil yang pada saat itu sedang mencari ikan di kali,” katanya.

    Meski menerima kenyataan yang ada, dia berharap agar Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cendrawasih untuk memproses hukum pelaku penembakan.

    No comments