AS Ingin Tarik Diri dari Perjanjian Mata-mata Open Skies, Petinggi Mulai NATO Cemas - Trias Politika
  • Breaking News

    AS Ingin Tarik Diri dari Perjanjian Mata-mata Open Skies, Petinggi Mulai NATO Cemas

    ilsutrasi



    BRUSSELS - Duta besar negara-negara NATO bertemu untuk membahas rencana Amerika Serikat (AS) menarik diri dari perjajian internasional Open Skies. Rencana itu digulirkan di tengah kekhawatiran Rusia telah melanggar perjanjian tersebut.

    Rezim Perjanjian Open Skies memungkinkan penerbangan pengamatan singkat di lebih dari 30 negara. Perjanjian itu mulai berlaku pada tahun 2002.

    Perjanjian ini dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan antara AS dan Rusia dengan mengizinkan para penandatangan untuk melakukan penerbangan pengintaian di wilayah masing-masing untuk mengumpulkan informasi tentang pasukan dan kegiatan militer.

    Sejak tahun 2018, para pemimpin NATO menyatakan keprihatinan terhadap Rusia yang selektif dalam mengimplementasikan perjanjian dan pakta-pakta kontrol senjata konvensional lainnya.

    Baca: Tuding Rusia Langgar Kesepakatan, AS Siap Keluar dari Perjanjian Mata-mata Open Skies

    "Secara khusus, kami khawatir bahwa Rusia telah membatasi penerbangan di wilayah tertentu," kata seorang pejabat NATO, seperti dikutip dari AP, Jumat (22/5/2020).

    Negara-negara Eropa telah melakukan sebagian besar penerbangan - yang sering terjadi di Rusia dan Belarus - dan beberapa dari mereka mendesak AS untuk tetap bertahan.

    Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas mengatakan ia menyesali keputusan AS meninggalkan perjanjian yang berkontribusi pada keamanan dan perdamaian di hampir seluruh belahan bumi utara. Ia juga mendesak Rusia untuk mulai menghormatinya lagi.

    "Kami melihat bahwa memang ada kesulitan dalam implementasi perjanjian di pihak Rusia dalam beberapa tahun terakhir," kata Maas dalam sebuah pernyataan.

    "Tapi dari sudut pandang kami, ini tidak membenarkan penarikan (AS dari perjanjian)," imbuhnya.

    Ia mengatakan rekan-rekannya di Inggris, Prancis, dan Polandia telah berulang kali menjelaskan ini ke Washington,

    "Jerman akan bekerja secara intensif saat ini dengan mitra kami yang sepaham dengan AS untuk mempertimbangkan kembali keputusannya," ujarnya.

    Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Kamis bahwa pelanggaran Rusia membuatnya tidak bisa bertahan dalam Perjanjian Open Skies. Washington telah mengisyaratkan bahwa itu akan mundur dalam enam bulan, meskipun Trump mengisyaratkan bahwa ia mungkin mempertimbangkan kembali keputusan itu.

    Tahun lalu, Trump menarik AS dari perjanjian Kekuatan Nuklir Jangka Menengah yang disepakati pada tahun 1987 dengan Uni Soviet. Ia menyalahkan Moskow karena mengembangkan rudal yang dilarang perjanjian tersebut.

    Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko telah mengkritik langkah terbaru AS itu.

    "Penarikan AS dari perjanjian ini akan datang sebagai pukulan bagi sistem keamanan militer di Eropa, yang sudah dilemahkan oleh langkah-langkah sebelumnya oleh pemerintah," Grushko mengatakan kepada kantor berita Tass.

    No comments