Bebas Hasil Asimilasi Kasus Pencabulan Anak, 2 Napi Ini Habisi Nyawa Wanita di Medan - Trias Politika
  • Breaking News

    Bebas Hasil Asimilasi Kasus Pencabulan Anak, 2 Napi Ini Habisi Nyawa Wanita di Medan

    Bebas Hasil Asimilasi Kasus Pencabulan Anak, 2 Napi Ini Habisi Nyawa Wanita di Medan



    MEDAN - Polisi menetapkan tiga tersangka kasus pembunuhanElivina (21), wanita yang ditemukan tewas di dalam kardus, di Perumahan Cemara Asri, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara. Dua dari tiga pelaku merupakan napi asimilasi kasus pencabulan anak.

    Napi asimilasi tersebut yakni Michael alias Acai (22), pacar korban, dan Jefri (24), teman korban. Sementara satu tersangka lainnya, TS (56), merupakan ibu dari Jefri.

    Acai dan Jefri diketahui sempat satu sel saat menjalani hukuman penjara. Keduanya dipenjara atas kasus pencabulan terhadap anak-anak.

    Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir, merinci Acai mulai ditahan 27 Januari 2017. Acai divonis tujuh tahun penjara.

    “Kemudian dia ditahan di Lapas Anak Kelas 1 Tanjung Gusta Medan mulai tanggal 19 April 2017. Lalu dipindahkan ke Lapas Pemuda Kelas III Langkat pada tanggal 20 Mei 2019, lalu (bebas) mendapatkan program asimilasi pada tanggal 07 April 2020," ujar Edison dalam keterangan persnya, Jumat (8/5).

    Sementara itu, tersangka Jefri mulai ditahan 7 Agustus 2017. Jefri divonis 6 tahun 6 bulan penjara.

    “Dia ditahan di Lapas Anak Kelas 1 Tanjung Gusta Medan mulai 9 Januari 2017. Lalu dipindahkan ke Lapas Pemuda Kelas III Langkat pada tanggal 25 September 2019. Lalu kemudian mendapatkan program asimilasi pada tanggal 7 April,” ujar Edison.

    Edison mengatakan otak dari pembunuhan ini adalah Jefri. Jefri awalnya mengontak Acai pada Rabu (6/5) untuk datang ke rumahnya di Kompleks Cemara Asri dengan membawa Elviana. Diduga pada saat itu, Jefri dan Acai sudah bersekongkol niat jahat.

    Saat tiba di rumah Jefri dengan membawa Elviana, Acai pergi entah ke mana. Jefri pada saat itu secara tiba-tiba mengajak Elviana ke kama mandi.

    Ketika itu, di rumah Jefri sedang tidak ada siapa-siapa selain mereka berdua. Di kamar mandi rumahnya itu, Jefri mengajak Elviana bersetubuh. Elviana menolak.

    Jefri kesal dengan penolakan itu. Dia langsung membenturkan kepala Elviana ke tembok kamar mandi yang membuatnya pingsan. Saat pingsan itu, Jefri menyetubuhi Elviana sebanyak satu kali.
    Usai puas menyetubuhi Elviana, Jefri kemudian mengambil pisau di dapur. Dia lalu menusuk dada sebelah kiri dan juga perut Elviana. Bahkan, merobek perut Elviana. 

    Setelah itu, Jefri kemudian langsung menghubungi Michael dan mengatakan telah membunuh Elviana. Jefri pada saat itu juga menyuruh Acai membeli bensin.

    Acai datang ke rumah Jefri dengan membawa dua botol bensin. Keduanya langsung mengguyur jasad Elviana dengan bensin dan membakarnya di dalam kamar mandi.

    Kemudian, Acai diminta Jefri menghubungi ibunya, TS, yang sedang berada di luar rumah. Tak berapa lama TS datang dan membantu mengangkat jasad Elviana dari kamar mandi ke ruang tengah.

    Di ruang tengah, TS kemudian mengambil kardus dan juga lakban. Sementara Jefri sedang berupaya memutilasi jasad Elviana. Mereka kemudian menaruh jasad ke dalam kardus.

    Di tengah kepanikan, Jefri dan TS kemudian mengintimidasi Acai agar seolah dirinya yang membunuh Elviana. Skenarionya adalah Acai patah hati dan usai membunuh Elviana langsung menenggak cairan pembunuh nyamuk.

    "Tersangka TS dan Jefri merangkai cerita apa yang diperbuat tersangka Michael dengan dugaan meminum Baygon. Namun dari kondisi di TKP melihat botol Baygon penyidik tidak mendapat keyakinan. Tidak ada Baygon yang tertelan dalam volume yang membahayakan," kata Edison.

    No comments