Buntut Pembunuhan Warga Kulit Hitam Oleh Polisi, Unjuk Rasa Berujung Kerusuhan Pecah di AS - Trias Politika
  • Breaking News

    Buntut Pembunuhan Warga Kulit Hitam Oleh Polisi, Unjuk Rasa Berujung Kerusuhan Pecah di AS

    Buntut Pembunuhan Warga Kulit Hitam Oleh Polisi, Unjuk Rasa Berujung Kerusuhan Pecah di AS



    WASHINGTON - Protes, yang sekarang berlumuran darah, sebenarnya adalah reaksi orang Amerika kulit hitam terhadap diskriminasi, ketidakadilan, dan, yang paling penting, kebrutalan dan kekekerasan polisi Amerika terhadap mereka. Kejahatan polisi terbaru terhadap seorang pria kulit hitam telah begitu mengejutkan sehingga membuat shock masyarakat Amerika. Seorang perwira polisi membunuh George Floyd, seorang pria kulit hitam berusia 40 tahun, di Minneapolis pada hari Senin. Pada Senin malam, Floyd dihadapkan dengan kebrutalan polisi, diborgol ke tangannya dan berbaring telungkup di tanah.

    Pria itu, yang memiliki masalah medis, meninggal setelah dibawa ke rumah sakit, kata polisi. Sementara itu, dalam klip yang dipublikasikan dari orang-orang yang hadir di tempat kejadian, yang juga tercermin secara luas di media sosial, pria kulit hitam itu dihadapkan dengan tekanan lutut seorang petugas polisi di lehernya dan terus berteriak, "Saya tidak bisa bernapas."

    Walikota Minneapolis, Jacob Frey menggambarkan insiden itu sebagai skandal, dengan mengatakan, "Menjadi hitam di Amerika Serikat seharusnya tidak menjadi alasan untuk dijatuhi hukuman mati. Kami melihat selama lima menit bahwa petugas kulit putih itu menekan lututnya ke leher seorang pria kulit hitam."

    Dalam sebuah laporan, Washington Post menggambarkan pernyataan polisi itu sebagai "kematian seorang pria akibat kecelakaan medis saat berinteraksi dengan polisi", sebagai sesuatu yang lucu. Ketua DPR Nancy Pelosi mengatakan tentang kekerasan polisi AS baru-baru ini terhadap warga kulit hitam, "Ini adalah tragedi. Ini sebuah kejahatan. Saya sangat sedih dengan keluarganya dan komunitas di sana."

    Bukti menunjukkan bahwa kebrutalan polisi terhadap pria dan wanita berkulit hitam di seluruh Amerika Serikat telah menyebar luas. Kekerasan meningkat di tengah epidemi Corona. Di satu sisi, komunitas kulit hitam Amerika telah dipengaruhi oleh coronavirus dan telah menderita banyak korban, dan di sisi lain, ia menghadapi tindakan polisi yang brutal dan keras.

    Masalah kematian warga kulit hitam oleh polisi menciptakan siklus ini, di mana warga turun ke jalan memrotes terbunuhnya warga kulit putih dan melakukan demonstrasi. Di antara demonstrasi dan kekacauan ada orang lain yang terbunuh akibat polisi menumpas demo dan kekacauan. Sekalipun para demonstran telah kembali ke rumah, tetapi pembunuhan warga kulit hitam lainnya oleh polisi telah menyeret warga kembali melakukan demo yang lebih luas.

    Meskipun protes berulang kali, belum ada tindakan yang jelas atau efektif oleh pemerintah federal atau Kongres untuk mencegah terulangnya kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam, dan proses peradilan untuk sebagian besar kejahatan ini telah dilakukan dengan pembebasan petugas, atau agen yang melakukan tindak pidana terhadap orang kulit hitam telah berakhir. Ini telah memicu frustrasi orang kulit hitam di Amerika Serikat, memicu semakin banyak protes.

    #Kerusuhan #Mienapolis #Rasial #Amerika Serikat #Indonesia #Jakarta #Top News #Breaking News

    No comments