Polisi Turki Tahan Pemimpin Serikat Buruh pada Pawai 'May Day' Hari Buruh - Trias Politika
  • Breaking News

    Polisi Turki Tahan Pemimpin Serikat Buruh pada Pawai 'May Day' Hari Buruh

    Seorang demonstran, mengenakan masker untuk melindungi diri terhadap virus corona, memberi isyarat saat didorong ke mobil polisi setelah ditangkap ketika berunjuk rasa dalam peringatan Hari Buruh di Istanbul, Jumat, 1 Mei 2020.




    ANKARA - Polisi di Istanbul menahan sedikitnya 15 orang, Jumat (1/5), termasuk para pemimpin serikat buruh, yang berusaha melangsungkan pawai "May Day".

    Konfederasi Serikat Buruh Progresif Turki (DISK) dalam sebuah cuitannya di Twitter mengatakan, ketua mereka, Arzu Cerkezoglu, dan para pemimpin serikat buruh lainnya ditangkap di Lapangan Taksim, di mana mereka ingin meletakkan karangan-karangan bunga.

    Gambar-gambar yang beredar di internet menunjukkan, polisi dan para demonstran yang menggunakan masker dan penutup wajah beradu argumentasi dalam jarak dekat.

    Kantor berita pemerintah Anadolu melaporkan, sejumlah demonstran ditahan polisi karena dianggap melanggar kebijakan lockdown terkait virus corona, dan peraturan demonstrasi.

    Sebagaimana banyak diberitakan sebelumnya, aksi demonstrasi di Lapangan Taksim merupakan kegiatan terlarang karena alasan keamanan. Polisi menutup jalan-jalan ke lapangan itu pada Jumat dan menempatkan banyak aparatnya.

    Lapangan Taksim memiliki nilai simbolik bagi gerakan buruh Turki. Pada 1977, 34 orang tewas di sana pada peringatan Hari Buruh. Mereka meninggal ditembus peluru yang ditembakkan ke arah kerumunan massa dari sebuah gedung di dekatnya.

    Turki memberlakukan lockdown sebagian di 31 provinsi setiap akhir pekan dan hari libur nasional. Pengecualian berlaku bagi mereka yang harus bekerja pada saat wabah. Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan, negara harus terus berproduksi untuk memastikan roda ekonomi terus berputar.

    Turki berada di peringkat ke-7 dalam daftar negara dengan jumlah kasus virus corona tertinggi di dunia. Negara itu memiliki 120.204 kasus dengan 3.174 kematian. Namun banyak pakar yakin, jumlah kasus sesungguhnya lebih tinggi daripada yang dilaporkan

    No comments