Corona Bikin Pengelola Panti Pijat Meradang, Dari 600 orang Jadi 2 Pelanggan Per Hari - Trias Politika
  • Breaking News

    Corona Bikin Pengelola Panti Pijat Meradang, Dari 600 orang Jadi 2 Pelanggan Per Hari

    Panti Pijat Dynasty di Taipei



    TAIPEI – Sejak Maret lalu, Taiwan menutup akses masuk bagi turis asing yang hendak berkunjung ke negara itu untuk mencegah penyebaran wabah virus corona (Covid-19). Kebijakan itu sangat berdampak bagi panti-panti pijat di sana.

    Salah satunya adalah Panti Pijat Dynasty di Taipei, yang kini tak lagi banyak melakukan pekerjaan sepanjang hari. Jumlah pelanggan yang berkunjung ke panti pijat itu anjlok selama pandemi Covid-19, dari sekitar 600 orang per hari menjadi hanya satu atau dua orang per hari.

    “Sekarang, setelah kami masuk kerja lagi, kami melihat ruang lobi yang kosong dan tidak ada pelanggan. Satu-satunya hal yang dapat kami lakukan untuk menghabiskan waktu adalah berjalan di lobi itu. Apa yang bisa kami lakukan? Tidak ada pelanggan. Ini membuat saya sakit kepala,” kata karyawan Panti Pijat Dynasty, Huang Mei-hui, kepada Reuters.

    Industri pariwisata Taiwan telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan di sektor itu didorong oleh inisiatif pemerintah mendiversifikasi ekonomi dengan memanfaatkan berbagai makanan terkenal di dunia dari pulau itu, di samping keindahan alam dan reputasi Taiwan sebagai demokrasi paling liberal di Asia.

    Namun, wabah Covid-19 telah melumpuhkan industri pariwisata negara pulau itu, bahkan setelah pemerintah meluncurkan stimulus ekonomi berupa subsidi dan pinjaman berbunga rendah untuk membantu perusahaan-perusahaan yang paling terkena dampak.

    Taiwan telah mengendalikan wabah Covid-19 dengan baik berkat deteksi dini dan langkah-langkah pencegahan serta sistem kelas utama kesehatan masyarakat. Akan tetapi, seperti banyak negara lainnya, Taiwan juga telah menutup sebagian besar perbatasannya untuk perjalanan internasional.

    Akibat penutupan itu, tempat-tempat seperti Panti Pijat Dynasty, yang bergantung pada turis Jepang dan Korea Selatan dan menyebut diri sebagai panti pijat 24 jam di Taipei, sumber utama penghasilan mereka praktis telah menghilang.

    “Tepat setelah wabah terjadi, bisnis kami menjadi nol, karena kami yang sebelumnya memiliki 600 pelanggan per hari menjadi hanya satu atau dua paling banyak. Adapun staf kami, mereka harus pergi dan mencari penghasilan lain, tetapi pada dasarnya tidak ada pekerjaan untuk industri ini,” kata Wakil Manajer Umum Dynasty, Wang Zhe-qian.

    No comments