Kesulitan Air Bersih, Warga Desa Halimodok Kabupaten Belu Lakukan Kerja Swadaya - Trias Politika
  • Breaking News

    Kesulitan Air Bersih, Warga Desa Halimodok Kabupaten Belu Lakukan Kerja Swadaya

    Kesulitan Air Bersih, Warga Desa Halimodok Kabupaten Belu Lakukan Kerja Swadaya



    KUPANG - Pemenuhan akan akses layanan air bersih bagi masyarakat yang bermukim di wilayah Desa Halimodok Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten Belu, untuk saat ini bisa dikatakan masih menjadi sesuatu hal yang masih dianggap mahal.

    Sebab pasokan air bersih dari titik sumber mata air lokasi desa yang sebelumnya begitu lancar dialiri air ke bak penampung kini sedikit terganggu karena karatan dan terputus. Kondisi itu karena usia perpipaan sudah tergolong tua, yakni digunakan sejak tahun 1980-an lalu.

    Padahal air di bak penampung tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi berbagai keperluan hidup setiap hari-hari. Warga pun berinisatif untuk kerja swadaya.

    "Ini pipa karena tersumbat kandungan kapur, karatan lagi ada yang kita lihat lubang juga terputus to. Ya kami kerja swadaya coba sambung dulu pipa yang ada biar dapat air," ungkap Alfons Seran warga setempat saat kerja Swadaya gotong royong, Jumat (5/6/2020).

    Menurutnya, pasokan air bersih dari sumber mata air "Aikaho" sebelumnya mampu melayani masyarakat di dua dusun yakni Umbouk dan Takirin. Tapi apabila terjadi hujan, material batu kapur pun menyumbat pipa.

    Hal itu diperparah dengan adanya oknum warga yang berkebun sekitar lokasi sumber air. Dimana ada oknum warga yang kedapatan mengalihkan air ke ladang kebun dengan membongkar instalasi yang sudah sekian tahun terpasang. Warga dusun yang ada di hilir pun tidak kebagian air.

    "Sebelumnya air tidak susah hanya pas sumber itu ada longsor kalau pas hujan jadi tersumbat kapur. Inikan kendala pakai pipa bekas semua to sudah karat kita sambung kembali tidak kuat. Warga desa tetangga juga kadang berkebun pakai air lepas pipa," tandas Alfons.

    Tak mau kondisi kekurangan air berlarut-larut, warga pun berinisatif untuk swadaya. Sumbangan uang sebesar Rp15 ribu per kepala keluarga digunakan untuk memperbaiki beberapa batang pipa yang nampak sudah karatan. Sekalian juga diusahkan mengganti perpipaan yang rusak dengan pipa paralon, agar sementara waktu air bisa kembali dialiri untuk memenuhi tuntutan kebutuhan setiap hari.

    No comments